Senin, 26 November 2007

SECERCAH HARAPAN

Harapan Itu Ada Telah tertulis Syair seindah Puisi. Telah terangkai Kata seindah Bahasa. Tapi semuanya bisu dan membatu. Diam. Gelap. Hanya redup cahaya yang tersenyum memancarkan rona kehidupan. Dengan indah Dia berkidung. Menggoda jingga di peraduan kesejukan pagi yang mampu meredakan gejolak jiwa yang mengapi, membadai, yang gemuruhnya mampu menghancurkan karang yang meninggi. Buihpun menutupi segala keindahan alam jiwa. Sepoi angin meniup pohon bergoyang. Meliuk-liuk menari tentang kemegahan. Gelegar halilintar, gersang dan tandusnya tanah menjadi hamparan rumput nan hijau. Berbunga dengan sari-sari kebeningan hati. Bintang-bintang berkumpul membawa sukma terbang kelangit, menuju rembulan yang tersenyum menatap. Kisah malam menyanyikan kidung, terhanyut dalam ketenangan bathin. Keheningan malam memeluk dengan hangat dan mesra. Kekosongan Jiwa Menjadi cahaya berkilau di atas cahaya kehidupan. Cahaya yang terang di atas cahaya yang tersimpan rahasia hidup. Untuk menuntun di hari mendatang.

Selasa, 20 November 2007

SANG KALA

Sang Kala Menyeringai, menyibak takdir gelombang yang memendar di cakrawala. Menghujam taring ke langit merah, merekah menebar aroma wewangian yang menusuk langsung ke jantung. Menggilas semua rona warna kesuburan duniawi. Jiwa yang bergetar gemuruh menguak misteri yang berselimutkan kabut menyutra dari sulaman sang dewi-dewi malam. Terhenjat mengibarkan panji-panji kehidupan. Sang surya meratap kepedihan menyaksikan lukisan keabadian yang tidak abadi. Namun terlahir dari kesucian yang sejati. Mengalir ke sukma yang perasa daintara sekawanan kemurkaan yang selalu mengaping daiantara dentuman-dentuman neraka yang berkobar. Jilatan ujung pedang menjadi teman sejati diantara perjuangan yang tak pernah terhenti, yang tak pernah menduduki singgasananya. Sang durjana berputar-putar mengerikan melengkingkan kepedihan yang di tebarkan. Berbuah bibit-bibit kehancuran mengalirkan air mata darah, di telan, dibasuhkan ke wajah-wajah yang penuh amarah dan dendam menyibak tabir sang penguasa. Sesak dada mengombang-ambing bahtera hidup yang sulit di cerna semua peradaban. Menjadi rahasia alam maya di antara ribuan bintang-bintang yang bertaburan. Sejauh angan meratap hari esok yang lebih cerah. Diantara rerimbunan pohon bambu. Menjulang ke atas peradaban cahaya. Cahaya atas cahaya dan kembali ke wujudnya semula. Sebagai Manunggaling Sajati.