Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 Januari 2009
Sebuah Lagu Untuk Adik
Dik Tersenyumlah,
Walau Air Mata Membasahi Pipi,
Lepaskanlah Semua Laramu Itu,
Benamkanlah Bebanmu Itu di Pundakku,
Dik Teruslah Melangkah,
Bersama Sang Rembulan Malam,
Bersama Bintang-Bintang Bercahaya,
Yang Menerangi Sudut Gelapmu,
Kau Bidadari Kecilku,
Terluka Disaat Kau Bahagia,
Kutimang Diri Kecilmu,
Bersama Cahaya Masa Depan,
Ku Rengkuh Dirimu Manja,
Kubasuh Air Mata Perihmu,
Kusirami Peluh Jiwamu,
Dengan Kasih Tulus,
Dik Masa Indahmu,
Ada di Setiap Langkah Kecilmu,
Meski Kau Tertatih Menapaki Jejak,
Masa Depanmu Pasti Nyata,
Rabu, 08 Oktober 2008
BAPAKU
Aku ga tau apa yang harus di kata tentang sosok seorang laki-aki yang aku panggil bapa ini. Bagiku dia adalah pahlawan yang senantiasa menuntunku di dalam terangku, dan penerang di dalam gelapku. Pembawa pencerahan di setiap keruwetan, dan sosok yang misterius yang aku ga tau, tapi sosok yang tidak asing yang aku kenal. Dia mengerti tentang aku, yang aku sendiri tidak tau bahwa dia begitu memperhatikan dan mengerti tentang aku.
Tak banyak yang aku tau tentang dia Bapaku, Bagiku untuk saat ini dia adalah laki-laki yang bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan dari sebuah keputusasaan. Wajahnya selalu di tutupi oleh wajah-wajah yang lain. Katanya selalu diikuti dengan sabda-sabda yang lain.
Dia itu Bapaku yang menjadi naungan bagi sebuah keretakan MAHAKARYA RUMAH TANGGA yang telah terjalin selama puluhan tahun, dari peradaban yang terlampaui oleh langkah-langkah kaki yang bergetar tapi tak bersuara. Namun getarannya mampu merobek setiap perasaan yang tak tertuju pada keharusan mutlak.
Dia itu bapaku yang diam namun dia itu air yang suatu saat bisa menjadi ombak di lautan.
Jumat, 22 Agustus 2008
KAU
Kamis, 21 Agustus 2008
SEANDAINYA KAU SECANTIK WAJAHMU
Perasaan itu memang tidak salah.
Yang salah itu adalah orang yang menyalahgunakan perasaan itu. Bukankah alangkah sebaiknya jika perasaan itu berikan kepada orang telah di takdirkan dari semesta? Meskipun wajahnya buruk tapi hatinya mengeluarkan aura kecintaan dan kasih sayang yang tulus. Yang cahayanya melebihi kecantikkanmu. Ada apakah ini sebenarnya???????????????????
Tundukkanlah wajahmu di depan mereka yang bukan haknya. Yang bukan untuk kau jadikan derma di atas muka bumi ini. Menahan dera yang kau hinakan di wajah putra-putramu dan bidadari yang selalu menangis karena ulahmu. Redakanlah amarah kami dengan cinta tulusmu yang suci kepada yang punya haknya.
Jangan kau hiraukan perasaan itu, karena akan membawamu ke pintu kenistaan. Tersimpuhlah kau di depan yang berwajah buruk itu. Karena dialah hakmu yang harus kau dermakan di setiap sabda-sabda yang dia keluarkan. Dialah dewa dibmi ini bagimu. Janganlah kau sakiti di dengan kebohonganmu, jangan kau siksa dia dengan kelakuanmu. Karena kemurkaan akan segera mendatangimu.
Akua tak bisa berbuat Apa-apa. Akua tak banyak berbuat. Maafkan aku jika aku salah. Karena aku terlahir dari keluarga yang kurang mempunyai pamor. Aku yang butuh panutan ini tidak mau tersesat.
MAAFKANLAH AKU IBU.........karena aku akan bertindak!
Kamis, 08 Mei 2008
KEJAMNYA BINTARO
Adikku Sayang Adikku Malang........................
Kau berjalan dengan langkah kaki yang tertatih. Kau lalui jalan setapak dengan derai air mata. Dengan napas yang penuh sesak dan dada yang bergemuruh mengapi di antara himpitan racun kehidupan yang kau hadapi.
Adikku harini, saat ini ingin ku peluk kau dengan erat seerat eratnya dan tak ingin aku lepaskan lagi. Karena aku tak rela dengan derita yang kau hadapi saat ini. Pasrahkanlah semuanya pada sang nasib. Biarlah Dia yang akan membalasnya. Membalas perlakuan Sang jahanam yang mengusirmu bak anjing pesakit. Yang melemparkan dan mencampakkanmu seperti sampah yang berbau busuk tak berguna.
Adikku aku serukan kepada mereka bahwa aku siap untuk PERANG. Kukepalkan tinjuku untuk menantangnya. Aku takkan gentar, takkan mundur walau selangkahpun. Karena aku tidak takut mati untuk membela keluargaku yang paling aku sayangi, yang paling aku cintai.
Dadaku menggemuruh sesak tak tertahankan, ingin MELEDAK. Biar ledakkannya membinasakan mereka yang menganiyaya hidupmu. Pedangku telah siap aku hunus. Air mataku kujadikan senjata yang paling mematikan. Rintihan hatiku kujadikan tameng yang kuatnya melebihi baja.
Tenanglah Adikku. Tenang. Tenanglah seperti karang. Bintang-bintang jadikanlah hiasan.
Selasa, 18 Maret 2008
ADIKKU
Dik..... kamu tau kan, kakamu sudah mempunyai umur. Yang pasti akan mencari kehidupan yang lebih baru. Kita memang di pertemukan sang pencipta dari rahim ibu yang sama. Kita tumbuh dengan kasih sayang yang sama. Kasih sayang sepanjang zaman yang di berikan ibu untuk kita.
Dik..... Kamu taukan kaka sayang sama kamu.Rabu, 02 Januari 2008
SEBUAH PESAN UNTUK ADIK
Dik... Jangan sampai Tertidur dengan Dunia yang Merayu
Lihatlah pagi ini, begitu cerah nan indah. Rerumputan mulai tumbuh, bunga mulai mekar. Embun pagi berkilauan di belai cahaya matahari. Seorang anak manusiapun lahir dari rahim sang ibu. Adiku... ternyata adikku yang sedang menyapa dunia. Dik aku melihatmu, melihatmu yang masih merah dan tanganmu yang halus lembut menggenggam jemariku begitu kuat. Seakan tangan ini mampu untuk menaklukkan dunia yang penuh keangkuhan.
Dik kita tumbuh bersama dari rahim yang sama pula. Dulu aku khawatir kalau kamu terjatuh dari kamu berjalan merangkak. Mungkin kamu akan menangis sebentar untuk kemudian tertawa lagi seolah tidak ada apa-apa yang menimpamu saaat itu. Tapi kini, saat ini kalau kamu jatuh kamu tidak akan hanya menangis. Mungkin kamu akan tidak sadar siapa diri kamu ini dan aku sebagai kakak jauh akan lebih khawatir dan jauh akan lebih takut kalau kamu sampai jatuh. Karna bila kamu jatuh hari ini, maka masa depan duniamu akan gelap tak bercahaya. Seperti lorong yang tanpa ujung. Dik kamu kini sudah dewasa, kamu akan makin sulit mengenal diri kamu. Kebimbangan dan keraguan selalu membayangi di benakmu. Terlalu berat beban yang kamu pikul. Tapi kamu mampu dan pasti bisa, karena kamu adikku.
Dik dunia ini penuh badai yang sangat kuat. Berpeganglah kamu pada sang Alief. Karena sebesar apapun badai yang menerjang dia tidak akan pernah bergeming. Angin saat ini adalah api yang selalu menebarkan panasnya di setiap hati-hati manusia. Siramilah hati dengan sinaran Illahi yang abadi yang tidak pernah padam sampai akhir kita di hidupkan kembali. Dik temukanlah siapa dirimu itu. Raihlah apa yang ingin kau raih. Genggamlah erat-erat jati diri yang telah kau temukan. Jadikan ia intan berlian di hatimu yang paling dalam yang akan berkilauan memancarkan sari-sari kebahagia di sekitarmu.
Langganan:
Postingan (Atom)