Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka
akibat perpisahan, dia tidak akan menjawab apa-apa,
kecuali saputan mendung di wajahnya.
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya penghianatan,
kau akan melihat kedua tangannya terkepal
dan rahangnya mengeras karena amarah.
Tanyakan pada laki-laki itu tentang pedihnya kehilangan orang
yang disayang, dia masih bertahan dalam bisunya
tapi air matanya tak sanggup di tahannya lagi.
Tetapi........coba tanyakan padanya, mengapa sudi
di pecundangi cinta. Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa,
menertawakan pertanyaanmu yang di anggapnya bodoh,
lalu berkata, "Kalau kau pernah mengecap cinta,
kau tak akan pernah bertanya".
"Ita Sembiring Gurukinayan"
Selasa, 08 April 2008
Selasa, 18 Maret 2008
ADIKKU
Dik..... kamu tau kan, kakamu sudah mempunyai umur. Yang pasti akan mencari kehidupan yang lebih baru. Kita memang di pertemukan sang pencipta dari rahim ibu yang sama. Kita tumbuh dengan kasih sayang yang sama. Kasih sayang sepanjang zaman yang di berikan ibu untuk kita.
Dik..... Kamu taukan kaka sayang sama kamu.HARI BARU
12 Februari 2008
Senja pagi menyibak cakrawala yang menghitam, bersulamkan kabut hitam yang melegam membungkus semua mimpi manusia yang insani. Sucinya embun pagi yang di belai sang surya alam raya. Berkilau gemercakan warna keemasan memberi warna pada jiwa-jiwa yang rapuh. Memakan alam sadar dari jati diri masing-masing insan yang kelam, di setiap jejak-jejak kaki yang dia tinggalkan semasa dia berpijak diatas punggung ibunda bumi. Yang selalu merintih sedih tak ingin dirinya diinjak dengan meninggalkan bekas orang-orang munafik. Setiap saat akan menikam jantung sahabat karibnya sendiri.
Perjuangan itu tak pernah habis. Dan api semangat pengorbanan akan selalu tetap berkobar sampai akhir zaman di bangkitkan kembali. Bergulirnya waktu, mempertebal semangat keyakinan yang tak pernah putus. Membuahkan surga dermaga cinta yang mengalirkan kedamain hidup di dua alam setiap hati yang memilikinya. Jiwa yang luhur itu akan tetap menghuni relung-relung jiwa insan yang mempunyai dua sayap di punggungnya.
Roh kudus akan selalu mengaping di setiap pembaringan cinta. Saat terlelap dalam kegundahan dan lelapnya tidur. Selalu setia menemani tiap-tiap hati yang mempunyai cahaya. Walau cahaya itu redup tak seterang si raja siang matahari. Takkan kemana walau badai hinaan dan cacian dari mulut-mulut yang berbau anjing. Yang menggonggong melentingkan suara surga yang berbuahkan kejahanaman neraka.
Teruskanlah untuk hidup abadi dengan penuh kebahagiaan yang tak terbandingkan. Jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Bangunlah dan bangkitlah dari kerangkeng hidup yang membelenggu setiap hati dan fikiran. Hembuskanlah nafas yang dingin membekukan jahanam-jahanam angkara murka yang menganga di depan mata. Langkahkanlah kakai walau terasa berat, karena itu modal utama yang pertama.
Sohihkanlah setiap kata-kata sebagai penuntun waktu nun jauh disana. Di depan mata akan ada tangan yang melambai. Kulitnya yang sehalus sutra dengan jemarinya yang lentik nan indah menawan. Meraih dan mengangkat setiap tubuh yang penuh dengan peluh yang berbau wangi, gambaran perjuangan anak manusia untuk meraih mimpi yang tak pernah akan berakhir.
Langganan:
Postingan (Atom)