Minggu, 04 Januari 2009

Sebuah Lagu Untuk Adik

Dik Tersenyumlah, Walau Air Mata Membasahi Pipi, Lepaskanlah Semua Laramu Itu, Benamkanlah Bebanmu Itu di Pundakku, Dik Teruslah Melangkah, Bersama Sang Rembulan Malam, Bersama Bintang-Bintang Bercahaya, Yang Menerangi Sudut Gelapmu, Kau Bidadari Kecilku, Terluka Disaat Kau Bahagia, Kutimang Diri Kecilmu, Bersama Cahaya Masa Depan, Ku Rengkuh Dirimu Manja, Kubasuh Air Mata Perihmu, Kusirami Peluh Jiwamu, Dengan Kasih Tulus, Dik Masa Indahmu, Ada di Setiap Langkah Kecilmu, Meski Kau Tertatih Menapaki Jejak, Masa Depanmu Pasti Nyata,

Rabu, 08 Oktober 2008

BAPAKU

Aku ga tau apa yang harus di kata tentang sosok seorang laki-aki yang aku panggil bapa ini. Bagiku dia adalah pahlawan yang senantiasa menuntunku di dalam terangku, dan penerang di dalam gelapku. Pembawa pencerahan di setiap keruwetan, dan sosok yang misterius yang aku ga tau, tapi sosok yang tidak asing yang aku kenal. Dia mengerti tentang aku, yang aku sendiri tidak tau bahwa dia begitu memperhatikan dan mengerti tentang aku. Tak banyak yang aku tau tentang dia Bapaku, Bagiku untuk saat ini dia adalah laki-laki yang bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan dari sebuah keputusasaan. Wajahnya selalu di tutupi oleh wajah-wajah yang lain. Katanya selalu diikuti dengan sabda-sabda yang lain. Dia itu Bapaku yang menjadi naungan bagi sebuah keretakan MAHAKARYA RUMAH TANGGA yang telah terjalin selama puluhan tahun, dari peradaban yang terlampaui oleh langkah-langkah kaki yang bergetar tapi tak bersuara. Namun getarannya mampu merobek setiap perasaan yang tak tertuju pada keharusan mutlak. Dia itu bapaku yang diam namun dia itu air yang suatu saat bisa menjadi ombak di lautan.

Kamis, 25 September 2008

Bahtera

GO TO PLEASUREYOURPAGE.COMTak ada yang lebih bertanggung jawab di kehidupanku, kecuali diriku sendiri. Kini aku telah melangkah lebih jauh mengarungi samudra hidup dngan sebuah bahtera yang rapuh. Yang tidak ada penopang untuk mengembangkan layar. Hanya dua dayung yang aku punya. Tapi kenapa aku tiba-tiba saja sudah ada di tengah2 samudra yang membadai dengan bahtera yang rapuh itu. Apa yang aku akan lakukan jika bahtera itu hancur terkoyak ombak. Apakah aku harus kembali ke tepi? Ataukah aku harus menunggu puing2 yang berserakan dari tepian yang di bawa oleh ombak itu. Apakah aku bisa memperbaiki bahteraku ketika aku sudah berada di tengah2 samudra. Aku tak bisa kembali karena aku sudah tak berarah. Akan kemana ku kayuh bahteraku untuk mengarungi lautan kehidupanku. GO TO PLEASUREYOURPAGE.COMTapi aku tak mau hancur terkoyak di hantam badai yang mengamuk itu. Akankah segala perjuangan yang telah dan sedang di lakukan ini tidak akan berbuah manis? dimanakah keyakinanku yang dulu mendera dan membakar jiwa yang menjadi sabda langit. Aku hanya bisa melihat bintang untuk saat ini, yang menjadi penuntunku di kegelapan, hembusan angin yang akan membimbingku, purnama yang menerangiku, untuk ku kayuh bahteraku lebih jauh. Menuju Pulau surga yang aku impikan Bersama bidadari yang menemani perjalanan hidupku ini.GO TO PLEASUREYOURPAGE.COMYang akan melehirkan pangeran2 dan bidadari2 kecil yang padanya akan ada tanda kebahagiaan di pulau surga yang tempatnya di depan sana. Yang pondasinya di datangkan dari belakang2 sana yang sudah ku lalui di saat aku mengayuh dayungku untuk membawa bahteraku ini.